RSS

Senin, 05 Mei 2014

cerpen- Ajari aku berteman denganmu, Waktu



Ajari aku berteman denganmu, Waktu

            Kini aku terpejam dalam dimensi waktu. Aku tahu, aku tidak sedang di masa lalu tetapi aku sedang di suatu masa yang bukan masa lalu, ya masa sekarang dan bukan masa lalu, namun jiwa dan hati serta rasaku masih di masa lalu seakan aku tak ingin menerima kenyataan bahwa semua itu sudah berlalu. Aku masih ingin berada di masa itu.
Waktu, ajari aku agar bisa berteman denganmu, agar aku bisa mengenalmu, memahamimu dan agar aku bisa mengikhlaskan semua yang terjadi yang selalu beriringan dengan mu. Wahai waktu.. izinkan aku tuk menyentuhmu, menjadikanmu satu dengan jiwaku hingga aku mampu memahamimu, mengertikanmu dan mengikhlaskanmu jika seandainya engkau menyakitiku dengan sebuah moment yang menjadikan aku mengingatmu dalam sebuah bingkai kenangan. Waktu, engkau begitu indah namun juga terkadang menyakitkan, aku menginginkan hal yang menyakitkan masih terasa indah jika aku telah memahami dan mengenalmu.
Waktu, engkau adalah bagian dari cerita Tuhan yang Tuhan lukiskan untuk setiap insan. Waktu, andai aku bisa mengenalmu, aku pasti akan mengenal cerita Tuhan, bahwa cerita Tuhan pasti selalu indah, karena cerita Tuhan pasti terlukis dari kasih dan sayang-Nya. Karena Tuhan pasti memberikan yang terbaik, karena sakitnya cerita Tuhan pasti akan ada cerita indah yang bisa menggantikan rasa sakit itu dan itu pasti akan sangat indah.
Waktu, izinkan aku bersentuhan denganmu, merasakan setiap rahasia yang terkandung dalam setiap moment hidup ini yang tak mungkin ada jika tanpamu. Waktu, izinkan aku berteman denganmu, memahami dan mengenal setiap skenario Tuhan untuk makhluk ciptaan-Nya dan salah satunya adalah aku. Waktu, ajari aku bagaimana berteman denganmu.
Aku menyadari bahwa waktu adalah sesuatu yang tak mungkin bisa kita lihat wujudnya bahkan tak mungkin kita ajak berbincang, tetapi aku tahu bahwa hati ini selalu bisa melakukan apapun termasuk berbincang dengan hal yang tak memiliki indra berbicara yakni waktu. Karena hati bisa bersentuhan dengan apapun. Termasuk cinta. Ya cinta. Cinta Tuhan yang terselip dalam waktu. Dalam setiap cerita yang terselip dalam waktu. Setiap moment yang hadir dalam waktu.
Indah sekali rasanya bila bisa duduk berdampingan dengan sang waktu, membicarakan tentang apa yang seharusnya akan terjadi, merencanakan untuk setiap yang akan terjadi di hari esok dari masa depan. Waktu, kini aku akan mulai mendekatimu. Dengan cara menghargaimu.

2 komentar:

Unknown mengatakan...

terlalu banyak kata aku

Unknown mengatakan...

terlalu banyak kata aku

Posting Komentar