Makna Hidup
Pernah aku bertanya pada diriku sendiri tentang apa arti
sebenarnya hidup ini. namun aku tidak bisa menjawab pertanyaanku itu. Lalu aku
bertanya lagi pada diriku tentang siapa sebenarnya aku? Namun lagi-lagi aku
tidak bisa menjawabnya juga. Ah andai pertanyaan itu tidak pernah adea dalam
fikiranku mungkin aku tidak akan pernah tuk mencari jawabannya tentang arti
hidup ini dan tuk mencari jawaban tentang siapa sebenarnya aku ini.
Ketika aku berteduh dibawah pohon.
Tiba-tiba ada sepoi-sepoi angin membisikan kata di telingaku. Ia berkata hiduplah
seperti aku. Yang menyejukan orang lain. Walau tak terlihat tetapi orang lain
bisa merasakan manfaat aku. Lalu tiba-tiba sinar mentari menyilaukan mataku dan
berkata hiduplah juga seperti aku yang bisa menghangatkan orang lain. Walau aku
jauh tapi orang lain bisa merasakan betapa dekatnya denganku karena hangat yang
ku berikan. Tiba-tiba hujan turun dan air hujan juga berkata, hiduplah juga
seperti aku yang dapat menghidupkan orang lain.
Ketika hujan turun, tiba-tiba ada
seorang kakek dan nenek berjalan di depanku. Seorang kakek berkata, aku sangat
bahagia bersama orang yang telah ditakdirkan tuk temani kakek sampai kakek
setua ini dan mungkin sampai kakek mati nanti. Kakek juga sangat bahagia karena
telah dipercayakan Tuhan tuk dapat merasakan hidup di dunia yang fana ini dan
dapat melihat dan merasakan kebesaran-NYA dan sebagai ucapan terima kasih dan
rasa syukur kakek kepada Tuhan, kakek selalu menaati perintahNYA dan menjauhi
laranganNYA dan itu adalah wujud rasa syukur dan terima kasih kakek kepada
Tuhan. Apa yang terjadi pada diri kakek itu adalah suratan takdir kakek yang
telah Tuhan buat untuk kakek dan dalam menjalani hidup kakek, kakek selalu
percaya dengan suratan takdir.
Kita adalah menusia biasa yang diciptakan dengan segala kekurangan dan
kelebihan, tidak peduli tentang siapa aku karena kita adalah manusia biasa yang
telah dipercayakan Tuhan tuk hidup di dunia ini yang terpenting adalah
bagaimana aku mengisi hidup aku. Bukan Siapa aku atau siapa kamu.








0 komentar:
Posting Komentar