RSS

Senin, 05 Mei 2014

Catatan kecil- Selalu ada hikmah



Selalu ada hikmah

            Heningnya malam dan dinginnya udara malam serta suasana malam pasti akan selalu dilewati oleh setiap yang hidup, setelah pagi pasti akan datang malam begitu pun sebaliknya, dan indahnya lembayung di senja hari adalah jembatan yang pasti akan dilalui juga jika hendak melewati malam maupun siang. Dan begitulah waktu kehidupan. Ada hari kemarin, hari sekarang dan hari esok. Ada yang sudah terlewati dan itu hal yang tidak mungkin terulang kembali, ada hal yang sedang dijalani dan itu hal yang sudah pasti terjadi serta ada hal  yang akan terjadi dan itu adalah hal yang belum kita ketahui. Semua yang terjadi maupun yang belum dan yang sedang terjadi baik pada waktu malam, siang atau senja semua pasti ada hikmahnya. Jikapun harus ada yang menyakitkan dan perih, semua pasti ada hikmahnya. Jika pun harus ada luka dan sayatan kecil dalam hati, pasti akan selalu ada hikmahnya, seperih apapun sepahit apapun kehidupan pasti akan selalu ada hikmahnya, kita hanya tidak tahu bagaimana mengambil hikmah itu, kita hanya tidak tahu bagaimana mewujudkan keikhlasan hati itu, keikhlasan hati untuk menerima semua yang terjadi yang sejatinya itu adalah kehendak-Nya. Kita hanya tidak tahu kenapa Tuhan memberikan rasa ini dan rasa itu, pengalaman ini dan pengalaman itu. Kita hanya tidak tahu apa rahasia Tuhan itu. Namun hal yang pasti, pasti akan ada hikmah dibalik semua yang terjadi bahkan dalam kebahagiaan sekalipun. Keindahan bersyukur adalah wujud sebuah hikmah dalam kebahagiaan, keindahan sebuah keikhlasan hati adalah wujud sebuah hikmah dalam pahitnya hidup ini. Semua tidak ada yang abadi, semua terjadi dan silih berganti dan itu pasti, tidak mungkin tidak terjadi.
            Ada waktu dimana kita harus beristirahat dan dimana kita beraktivitas, tentang kapan semua itu dilakukan, kita tidak tahu karena semua terjadi begitu saja dan kadang di luar keinginan dan rencana. Be positiv thinking, karena semua yang terjadi pasti akan ada hikmah dibaliknya, keep smile dan tetap semangat untuk jalani hidup ini.

Catatan kecil- Tulisan adalah prasasti sederhana



Tulisan adalah prasasti sederhana

            Semua orang bisa merefleksikan setiap apa yang ia lihat, setiap apa yang ia rasa, setiap apa yang ia alami dalam sebuah tulisan. Setiap orang memiliki kemampuan menulis tanpa terkecuali. Setiap orang memiliki bahan referensi dari pengalaman yang bisa ia tulis. Tulisan adalah penggambaran dari sebuah wujud rasa yang mengendap dalam relung hati, tulisan adalah lukisan yang terlukis dari warna yang terbias dari pancaran hati yang tak mampu berbicara dan berucap, tulisan adalah sebuah teriakan kecil dari setiap jeritan yang tak terdengar, tulisan adalah fotret kehidupan yang tak terjamah oleh apapun dan siapapun, tulisan adalah hasrat dan keinginan yang terpendam, tulisan adalah kata-kata indah yang terangkai alami tanpa pengolahan semua mengalir apa adanya, begitu sederhana. Tulisan adalah adalah pengingat kala kinerja otak merasa lelah tuk mengingat dan membuka berkas pengalaman dalam album kenangan yang tersimpan dalam memory otak. Tulisan adalah bahasa sederhana yang siapapun dapat membacanya sehingga mampu memahami sebuah hasrat hati, tulisan adalah media sederhana dalam ruang mencurahkan perasaan, ide, opini dan hal-hal lain yang memang ingin disampaikan dalam tulisan, tanpa kata. Tulisan adalah bahasa sederhana yang semua orang mampu memahaminya, tulisan adalah sebuah media bahasa tanpa kata, tulisan adalah sebuah prasasti sederhana yang bisa disimpan dalam bentuk suatu karya. Karya tulis. Menulislah atau tulislah, walau hanya satu kata.

Catatan Kecil- Sebuah mimpi besar



Sebuah mimpi besar

            Aku terlahir dari sebuah mimpi besar. Ya mimpi besar Tuhan tuk melihat makhluk ciptaan-Nya terlahir sebagai insan yang indah yang tidak hanya berbakti kepada yang telah melahirkan dan merawatnya tetapi juga pada Tuhan yang telah menciptakan dan menitipkan roh milik-Nya untuk dimiliki selama kehidupan yang fana ini berlangsung.
            Sebuah mimpi besar itu tidak hanya dimiliki Tuhan, tetapi juga roh yang telah menyatu dalam raga ini yang telah Tuhan pinjamkan kepada setiap insan yang hidup, roh menginginkan dan memimpikan bahkan bermimpi besar untuk dapat mendapat asupan gizi dari kegiatan-kegiatan keagamaan untuk mengisi batin dan rohani yang kosong sehingga dipenuhi dan dihiasi dengan nilai-nilai agama yang menyejukkan dan menenangkan. Tidak hanya roh yang bermimpi besar, raga pun ikut bermimpi besar bahwa setiap jengkal fisik yang tampak dapat dirawat dan dijaga keindahannya, bukan untuk dipamerkan atau diperlihatkan tetapi untuk dijaga dan dirawat sehingga tiada seorang pun yang merusaknya. Kinerja otak dapat berjalan sebagaimana mestinya tanpa dirusak dengan hal-hal yang memutuskan tali hubungan dengan hati nurani yang bersemayam dalam roh sehingga roh dan raga dapat tetap bersatu dan berjalanan beriringan tanpa adanya sebuah pertentangan dan perbedaan, keduanya dapat berbaur sehingga dapat menghasilkan sebuah hasil yang baik.
            Mimpi besarpun dimiliki oleh setiap insan peminjam roh dan raga Tuhan itu bahwa ia menginginkan suatu kebahagiaan yang membuatnya merasa indah menapaki kehidupannya, dan itu terlahir alamiah karena manusia yang terwujud dari roh dan raga itu juga menginginkan bahagia dengan apa yang telah ia miliki sekarang. Hidup.
            Mimpi-mimpi besar pasti dimiliki setiap makhluk hidup yang tercipta dan tidak mungkin tidak ada yang memiliki mimpi besar. Bahkan hewan dan tumbuhan pun sejatinya juga memiliki mimpi besar, tentang bagaimana mewujudkannya itu tergantung bagaimana menyeimbangkan roh dan raga untuk tetap bersatu menuju puncak dimana mimpi besar itu berada. Mimpi besar tidak hanya tentang materi tetapi juga tentang non-materi yang terkadang tidak dipahami dan bahkan di luar logika. Tetapi bukankah banyak sekali hal di luar logika yang sering kita temui, kita lihat dan kita rasakan? Tentang keagungan Tuhan yang tidak kita tahu bagaimana penjelasan logikanya namun dapat kita terima kebenarannya. Indah sekali jika kita telah bersentuhan dengan hal yang tak semua orang bisa menyentuhnya. Dunia Tuhan. Yang hanya insan-insan tertentu yang dapat menjamahnya.
            Mimpi besar. Apakah mimpi besar itu? Entahlah. Semua orang punya persepsi dan pandangan masing-masing, karena setiap orang berdiam di tempat yang berbeda yang secara otomatis penglihatan mereka akan mimpi besar itu juga berbeda. Namun apapun yang terjadi, hiduplah bersama mimpi besar, karena dari sebuah mimpi maka akan terwujud bagaimana rupa dan bentuk kita. Bermimpi besar maka akan menjadikan kita besar, bermimpi kecil maka akan menjadikan kita kecil, semua tergantung pilihan.

Catatan kecil- Lewat Tulisan, aku ceritakan



Lewat Tulisan, aku ceritakan

            Aku hanyalah seorang insan yang menderita, betapa tidak, ilmuku sangatlah terbatas jika harus berdebat dengan begitu luasnya alam raya. Agamaku sangatlah dangkal jika harus berbincang dengan keimanan kala dihadapkan dengan beragam godaan duniawi. Akhlakku sangatlah memalukan jika harus berubah karena perubahan zaman tanpa mampu berbuat apa-apa apalagi mengubahnya menjadi lebih baik. Lewat tulisan, aku ceritakan tentang kesedihanku menjadi seorang manusia yang tidak begitu berarti, yang telah merasa cukup dalam serba kekurangan dan kelemahan. Aku masih ingin mencari, menggali dan menambah semua hal yang memang perlu aku perjuangkan. Tanpa ilmu maka aku bisu, tanpa agama maka aku buta, tanpa akhlak maka hidupku retak.
            Lewat tulisan, aku ceritakan tentang kebimbanganku menjadi seorang manusia yang telah dipercayai tuk bebas menghirup udara kehidupan. Tentang bagaimana aku ke depan, tentang bagaimana pertanggungjawabanku kelak di kehidupan abadi setelah duniawi. Sungguh, hidup ini berat jika harus berdiam dan melihat dari sisi pertanggungjawaban, yang tak hanya di dunia fana tetapi juga dalam kehidupan abadi nanti. Lewat tulisan, aku ceritakan tentang kegelisahanku melewati setiap detik dalam perjalanan hidup yang tak mungkin kembali terulang, tentang nilai-nilai apa yang akan aku berikan kepada setiap yang mempertanyakan dari setiap keputusan yang aku pilih sebelum melangkah melewati hari, tentang apa yang aku berikan kepada sesama yang setidaknya bisa berarti, tentang apa yang aku berikan kepada sang pencipta yang setidaknya bisa mewakili rasa terima kasihku untuk roh ini yang telah ditiupkan kala usiaku empat bulan dalam rahim ibuku waktu itu. Tentang kedua indra penglihatanku ini yang telah bahagia melihat indah dan agungnya ciptaan-Nya. Bagi yang telah biasa melihat mungkin akan tampak biasa tetapi bagi mereka yang belum berkesempatan untuk terlahir ke dunia maka sungguh beruntung sekali aku yang telah terlahir ke dunia, merasakan kasih sayang dan keagungan sang pencipta.
Hidup ini indah karena walau semua yang ada di dunia begitu banyak dan ramai sekali maka aku adalah satu-satunya manusia beruntung karena menjadi salah satu yang juga diberi kepercayaan untuk hidup dalam bumi ciptaan-Nya.
Lewat tulisan, aku ceritakan tentang banyak hal yang tak bisa ku ungkapkan, tentang begitu banyaknya hal-hal yang tak mungkin cukup seribu kertas tuk ku tuliskan setiap kebahagian dan kesedihan selama aku hidup di dunia ini. Namun satu hal yang aku pahami sekarang bahwa aku mencintai Tuhan yang tak mungkin aku menduakan-Nya bahkan membangkang-Nya. Lewat tulisan aku ceritakan bahwa aku juga mencintai Nabi utusan-Nya yang tak mungkin aku lupakan suri tauladanya yang begitu menyentuh hati. Namun, rasa sedihku karena kecintaanku yang terbatas oleh cara mencintai itu semua yang tak aku tahu pasti bagaimana cara mencintai yang benar. Karena aku takut persepsi dan pandangan tentang nilai benar menurut aku tidak sama dalam mata Tuhan dan Nabi utusan-Nya. Namun lewat tulisan aku ceritakan tentang kecintaan dan kerinduan yang tanpa pertemuan itu begitu kuat dan tak mungkin luntur, aku merindukan Tuhanku dan Nabiku yang menjadi sumber ketenangan dan kebahagianku tuk menjalani hari. Lewat tulisan aku ceritakan tanpa permohonan ampunanku untuk sang maha pencipta tentang salah dan khilaf yang tak aku sadari karena keterbatasanku sebagai manusia. Lewat tulisan aku ceritakan tentang rinduku akan senyumku, senyum kala kepolosan yang aku miliki kala aku masih bersih dari dosa yakni kala masa kecilku dimana aku belum belum memahami kerasnya kehidupan.
Lewat tulisan aku ceritakan bahwa masih banyak lagi pengalaman hidup yang ingin aku curahkan yang hanya ingin Tuhan saja yang mendengar. Ingin sekali aku bersandar pada pundak kasih sayang-Nya dan menceritakan setiap keluh kesahku dalam perjalanan hidupku, menceritakan semua keinginan dan mimpiku, menceritakan tentang semua alasan kenapa bibir ini tersenyum dan kenapa air mata ini mengalir, menceritakan tentang susahnya menjalani hidup tanpa tuntunan tangan-Nya yang tak terlihat itu, menceritakan tentang pengalaman kecilku dulu yang sangat indah, menceritakan tentang kisah-kisah cintaku kala aku beranjak remaja dan menceritakan setiap permasalahan yang baru aku temui kala aku meninjak usia dewasa.
Lewat tulisan aku ceritakan tentang semua kelah kesahku menapaki setiap jengkal jalan kehidupan, yang betapa indahnya sebuah proses itu, yang betapa sulitnya sebuah proses itu, yang betapa bahagianya sebuah proses itu. Ya proses dalam mencapai setiap akhir.

cerpen- Ajari aku berteman denganmu, Waktu



Ajari aku berteman denganmu, Waktu

            Kini aku terpejam dalam dimensi waktu. Aku tahu, aku tidak sedang di masa lalu tetapi aku sedang di suatu masa yang bukan masa lalu, ya masa sekarang dan bukan masa lalu, namun jiwa dan hati serta rasaku masih di masa lalu seakan aku tak ingin menerima kenyataan bahwa semua itu sudah berlalu. Aku masih ingin berada di masa itu.
Waktu, ajari aku agar bisa berteman denganmu, agar aku bisa mengenalmu, memahamimu dan agar aku bisa mengikhlaskan semua yang terjadi yang selalu beriringan dengan mu. Wahai waktu.. izinkan aku tuk menyentuhmu, menjadikanmu satu dengan jiwaku hingga aku mampu memahamimu, mengertikanmu dan mengikhlaskanmu jika seandainya engkau menyakitiku dengan sebuah moment yang menjadikan aku mengingatmu dalam sebuah bingkai kenangan. Waktu, engkau begitu indah namun juga terkadang menyakitkan, aku menginginkan hal yang menyakitkan masih terasa indah jika aku telah memahami dan mengenalmu.
Waktu, engkau adalah bagian dari cerita Tuhan yang Tuhan lukiskan untuk setiap insan. Waktu, andai aku bisa mengenalmu, aku pasti akan mengenal cerita Tuhan, bahwa cerita Tuhan pasti selalu indah, karena cerita Tuhan pasti terlukis dari kasih dan sayang-Nya. Karena Tuhan pasti memberikan yang terbaik, karena sakitnya cerita Tuhan pasti akan ada cerita indah yang bisa menggantikan rasa sakit itu dan itu pasti akan sangat indah.
Waktu, izinkan aku bersentuhan denganmu, merasakan setiap rahasia yang terkandung dalam setiap moment hidup ini yang tak mungkin ada jika tanpamu. Waktu, izinkan aku berteman denganmu, memahami dan mengenal setiap skenario Tuhan untuk makhluk ciptaan-Nya dan salah satunya adalah aku. Waktu, ajari aku bagaimana berteman denganmu.
Aku menyadari bahwa waktu adalah sesuatu yang tak mungkin bisa kita lihat wujudnya bahkan tak mungkin kita ajak berbincang, tetapi aku tahu bahwa hati ini selalu bisa melakukan apapun termasuk berbincang dengan hal yang tak memiliki indra berbicara yakni waktu. Karena hati bisa bersentuhan dengan apapun. Termasuk cinta. Ya cinta. Cinta Tuhan yang terselip dalam waktu. Dalam setiap cerita yang terselip dalam waktu. Setiap moment yang hadir dalam waktu.
Indah sekali rasanya bila bisa duduk berdampingan dengan sang waktu, membicarakan tentang apa yang seharusnya akan terjadi, merencanakan untuk setiap yang akan terjadi di hari esok dari masa depan. Waktu, kini aku akan mulai mendekatimu. Dengan cara menghargaimu.

Kamis, 22 Agustus 2013

Kenapa harus ekonomi syariah?


Kenapa Harus Ekonomi Syariah?
Oleh: Erin Rismaya

            Dalam kehidupan sehari-hari, setiap manusia memiliki kebutuhan yang bersifat materi maupun inmateri. Dalam pemenuhannya, tentu bukanlah hal yang mudah namun jika dijalani dengan sepenuh hati dan dengan penuh rasa tanggung jawab, maka hal tersebut bukanlah masalah melainkan suatu kegiatan yang harus dijalani, terutama umat muslim yang dalam kehidupannya tidak terlepas dari kegiatan ekonomi.
            Namun dalam pelaksanaan kegiatan ekonominya, seperti kegiatan jual-beli atau transaksi lainnya dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup, tak sedikit umat muslim yang sudah terpengaruh budaya non-muslim yang sistem pelaksanaannya bukan merupakan ajaran dan ketentuan islam atau dalam dunia perbankan dikenal dengan istilah “konvensional”, walau demikian tak sedikit umat muslim yang tidak menyadari kekeliruannya, hal tersebut disebabkan karena kebiasaan keliru yang dibenarkan secara umum namun tidak secara ajaran islam, contohnya transaksi yang menetapkan adanya bunga dan dalam hal ini diharamkan oleh ajaran islam karena bunga merupakan riba, namun transaksi tersebut sudah menjadi  kegiatan yang umum dilakukan dan seolah-olah dibenarkan hukumnya sebagai salah satu instrumen pemenuhan kebutuhan. Padahal menurut ajaran islam ada transaksi yang lebih baik salah satunya dengan menetapkan bagi-hasil atau mudhorobah untuk suatu transaksi tertentu, karena tidak merugikan salah satu pihak atau menimbulkan kemaslahatan dan tentunya tidak akan melanggar ajaran islam.
            Kenapa harus ekonomi syari’ah? Karena sebagai umat muslim sudah sepantasnya mengikuti ajaran dan ketentuan yang berlandaskan syari’ah, yakni berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah yang sumbernya langsung dari Sang Maha Pencipta dan utusan-Nya yakni Nabi Muhammad saw. yang sudah tidak diragukan lagi kebenarannya. Maka selain yang diajarkan (ketentuan islam) maka bukanlah syari’ah. Olehkarena itu, ekonomi syari’ah selain merupakan instrumen pemenuhan kebutuhan manusia juga merupakan dimensi ibadah yang terwujud dalam etika dan moral yang baik sehingga akan tercipta kehidupan yang indah, harmonis dan sejahtera, sehingga dapat memenuhi kebutuhan manusia, baik secara materi maupun inmateri.
            Ekonomi syariah juga merupakan rahmat bagi semua umat, karena tidak terbatas oleh ekonomi, sosial, budaya, maupun politik suatu bangsa. Semua insan boleh melakukannya selama niatnya karena Allah swt.  bukan untuk menghancurkan, karena sejatinya islam mengajarkan keindahan bukan kerusakan atau kehancuran.
            Selain itu juga ekonomi syariah memiliki sifat yang menjadi ciri khasnya, yakni (1) Kesatuan (unity) (2) Keseimbangan (equilibrium) (3) Kebebasan (free will) dan (4) Tanggungjawab (responsibility).  Yang bertujuan untuk menyelaraskan kehidupan dunia yang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, memberikan rasa adil, rasa nyaman, rasa bahagia, rasa kekeluargaan dan rasa kebersamaan serta memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin melakukan kegiatan ekonomi yang berdimensi ibadah. Jadi, sudah syari’ah kah kegiatan ekonomi kita?