RSS

Senin, 05 Mei 2014

Catatan kecil- Lewat Tulisan, aku ceritakan



Lewat Tulisan, aku ceritakan

            Aku hanyalah seorang insan yang menderita, betapa tidak, ilmuku sangatlah terbatas jika harus berdebat dengan begitu luasnya alam raya. Agamaku sangatlah dangkal jika harus berbincang dengan keimanan kala dihadapkan dengan beragam godaan duniawi. Akhlakku sangatlah memalukan jika harus berubah karena perubahan zaman tanpa mampu berbuat apa-apa apalagi mengubahnya menjadi lebih baik. Lewat tulisan, aku ceritakan tentang kesedihanku menjadi seorang manusia yang tidak begitu berarti, yang telah merasa cukup dalam serba kekurangan dan kelemahan. Aku masih ingin mencari, menggali dan menambah semua hal yang memang perlu aku perjuangkan. Tanpa ilmu maka aku bisu, tanpa agama maka aku buta, tanpa akhlak maka hidupku retak.
            Lewat tulisan, aku ceritakan tentang kebimbanganku menjadi seorang manusia yang telah dipercayai tuk bebas menghirup udara kehidupan. Tentang bagaimana aku ke depan, tentang bagaimana pertanggungjawabanku kelak di kehidupan abadi setelah duniawi. Sungguh, hidup ini berat jika harus berdiam dan melihat dari sisi pertanggungjawaban, yang tak hanya di dunia fana tetapi juga dalam kehidupan abadi nanti. Lewat tulisan, aku ceritakan tentang kegelisahanku melewati setiap detik dalam perjalanan hidup yang tak mungkin kembali terulang, tentang nilai-nilai apa yang akan aku berikan kepada setiap yang mempertanyakan dari setiap keputusan yang aku pilih sebelum melangkah melewati hari, tentang apa yang aku berikan kepada sesama yang setidaknya bisa berarti, tentang apa yang aku berikan kepada sang pencipta yang setidaknya bisa mewakili rasa terima kasihku untuk roh ini yang telah ditiupkan kala usiaku empat bulan dalam rahim ibuku waktu itu. Tentang kedua indra penglihatanku ini yang telah bahagia melihat indah dan agungnya ciptaan-Nya. Bagi yang telah biasa melihat mungkin akan tampak biasa tetapi bagi mereka yang belum berkesempatan untuk terlahir ke dunia maka sungguh beruntung sekali aku yang telah terlahir ke dunia, merasakan kasih sayang dan keagungan sang pencipta.
Hidup ini indah karena walau semua yang ada di dunia begitu banyak dan ramai sekali maka aku adalah satu-satunya manusia beruntung karena menjadi salah satu yang juga diberi kepercayaan untuk hidup dalam bumi ciptaan-Nya.
Lewat tulisan, aku ceritakan tentang banyak hal yang tak bisa ku ungkapkan, tentang begitu banyaknya hal-hal yang tak mungkin cukup seribu kertas tuk ku tuliskan setiap kebahagian dan kesedihan selama aku hidup di dunia ini. Namun satu hal yang aku pahami sekarang bahwa aku mencintai Tuhan yang tak mungkin aku menduakan-Nya bahkan membangkang-Nya. Lewat tulisan aku ceritakan bahwa aku juga mencintai Nabi utusan-Nya yang tak mungkin aku lupakan suri tauladanya yang begitu menyentuh hati. Namun, rasa sedihku karena kecintaanku yang terbatas oleh cara mencintai itu semua yang tak aku tahu pasti bagaimana cara mencintai yang benar. Karena aku takut persepsi dan pandangan tentang nilai benar menurut aku tidak sama dalam mata Tuhan dan Nabi utusan-Nya. Namun lewat tulisan aku ceritakan tentang kecintaan dan kerinduan yang tanpa pertemuan itu begitu kuat dan tak mungkin luntur, aku merindukan Tuhanku dan Nabiku yang menjadi sumber ketenangan dan kebahagianku tuk menjalani hari. Lewat tulisan aku ceritakan tanpa permohonan ampunanku untuk sang maha pencipta tentang salah dan khilaf yang tak aku sadari karena keterbatasanku sebagai manusia. Lewat tulisan aku ceritakan tentang rinduku akan senyumku, senyum kala kepolosan yang aku miliki kala aku masih bersih dari dosa yakni kala masa kecilku dimana aku belum belum memahami kerasnya kehidupan.
Lewat tulisan aku ceritakan bahwa masih banyak lagi pengalaman hidup yang ingin aku curahkan yang hanya ingin Tuhan saja yang mendengar. Ingin sekali aku bersandar pada pundak kasih sayang-Nya dan menceritakan setiap keluh kesahku dalam perjalanan hidupku, menceritakan semua keinginan dan mimpiku, menceritakan tentang semua alasan kenapa bibir ini tersenyum dan kenapa air mata ini mengalir, menceritakan tentang susahnya menjalani hidup tanpa tuntunan tangan-Nya yang tak terlihat itu, menceritakan tentang pengalaman kecilku dulu yang sangat indah, menceritakan tentang kisah-kisah cintaku kala aku beranjak remaja dan menceritakan setiap permasalahan yang baru aku temui kala aku meninjak usia dewasa.
Lewat tulisan aku ceritakan tentang semua kelah kesahku menapaki setiap jengkal jalan kehidupan, yang betapa indahnya sebuah proses itu, yang betapa sulitnya sebuah proses itu, yang betapa bahagianya sebuah proses itu. Ya proses dalam mencapai setiap akhir.

0 komentar:

Posting Komentar