RSS

Jumat, 03 Mei 2013

Arti Hidup


            Makna Hidup

             Aku ingin bercerita tentang diriku sendiri. Aku ingin bercerita tentang kehidupan yang tak ada artinya ini. aku ingin bercerita lewat kata dan tulisan ini.
            Pernah aku bertanya pada diriku sendiri tentang apa arti sebenarnya hidup ini. namun aku tidak bisa menjawab pertanyaanku itu. Lalu aku bertanya lagi pada diriku tentang siapa sebenarnya aku? Namun lagi-lagi aku tidak bisa menjawabnya juga. Ah andai pertanyaan itu tidak pernah adea dalam fikiranku mungkin aku tidak akan pernah tuk mencari jawabannya tentang arti hidup ini dan tuk mencari jawaban tentang siapa sebenarnya aku ini.
            Ketika aku berteduh dibawah pohon. Tiba-tiba ada sepoi-sepoi angin membisikan kata di telingaku. Ia berkata hiduplah seperti aku. Yang menyejukan orang lain. Walau tak terlihat tetapi orang lain bisa merasakan manfaat aku. Lalu tiba-tiba sinar mentari menyilaukan mataku dan berkata hiduplah juga seperti aku yang bisa menghangatkan orang lain. Walau aku jauh tapi orang lain bisa merasakan betapa dekatnya denganku karena hangat yang ku berikan. Tiba-tiba hujan turun dan air hujan juga berkata, hiduplah juga seperti aku yang dapat menghidupkan orang lain.
            Ketika hujan turun, tiba-tiba ada seorang kakek dan nenek berjalan di depanku. Seorang kakek berkata, aku sangat bahagia bersama orang yang telah ditakdirkan tuk temani kakek sampai kakek setua ini dan mungkin sampai kakek mati nanti. Kakek juga sangat bahagia karena telah dipercayakan Tuhan tuk dapat merasakan hidup di dunia yang fana ini dan dapat melihat dan merasakan kebesaran-NYA dan sebagai ucapan terima kasih dan rasa syukur kakek kepada Tuhan, kakek selalu menaati perintahNYA dan menjauhi laranganNYA dan itu adalah wujud rasa syukur dan terima kasih kakek kepada Tuhan. Apa yang terjadi pada diri kakek itu adalah suratan takdir kakek yang telah Tuhan buat untuk kakek dan dalam menjalani hidup kakek, kakek selalu percaya dengan suratan takdir. 
    Kita adalah menusia biasa yang diciptakan dengan segala kekurangan dan kelebihan, tidak peduli tentang siapa aku karena kita adalah manusia biasa yang telah dipercayakan Tuhan tuk hidup di dunia ini yang terpenting adalah bagaimana aku mengisi hidup aku. Bukan Siapa aku atau siapa kamu.

0 komentar:

Posting Komentar