Lewat
Tulisan, aku ceritakan
Aku hanyalah seorang insan yang
menderita, betapa tidak, ilmuku sangatlah terbatas jika harus berdebat dengan
begitu luasnya alam raya. Agamaku sangatlah dangkal jika harus berbincang
dengan keimanan kala dihadapkan dengan beragam godaan duniawi. Akhlakku
sangatlah memalukan jika harus berubah karena perubahan zaman tanpa mampu
berbuat apa-apa apalagi mengubahnya menjadi lebih baik. Lewat tulisan, aku
ceritakan tentang kesedihanku menjadi seorang manusia yang tidak begitu berarti,
yang telah merasa cukup dalam serba kekurangan dan kelemahan. Aku masih ingin
mencari, menggali dan menambah semua hal yang memang perlu aku perjuangkan.
Tanpa ilmu maka aku bisu, tanpa agama maka aku buta, tanpa akhlak maka hidupku
retak.
Lewat tulisan, aku ceritakan tentang
kebimbanganku menjadi seorang manusia yang telah dipercayai tuk bebas menghirup
udara kehidupan. Tentang bagaimana aku ke depan, tentang bagaimana
pertanggungjawabanku kelak di kehidupan abadi setelah duniawi. Sungguh, hidup ini
berat jika harus berdiam dan melihat dari sisi pertanggungjawaban, yang tak
hanya di dunia fana tetapi juga dalam kehidupan abadi nanti. Lewat tulisan, aku
ceritakan tentang kegelisahanku melewati setiap detik dalam perjalanan hidup
yang tak mungkin kembali terulang, tentang nilai-nilai apa yang akan aku
berikan kepada setiap yang mempertanyakan dari setiap keputusan yang aku pilih
sebelum melangkah melewati hari, tentang apa yang aku berikan kepada sesama
yang setidaknya bisa berarti, tentang apa yang aku berikan kepada sang pencipta
yang setidaknya bisa mewakili rasa terima kasihku untuk roh ini yang telah
ditiupkan kala usiaku empat bulan dalam rahim ibuku waktu itu. Tentang kedua
indra penglihatanku ini yang telah bahagia melihat indah dan agungnya ciptaan-Nya.
Bagi yang telah biasa melihat mungkin akan tampak biasa tetapi bagi mereka yang
belum berkesempatan untuk terlahir ke dunia maka sungguh beruntung sekali aku
yang telah terlahir ke dunia, merasakan kasih sayang dan keagungan sang
pencipta.
Hidup
ini indah karena walau semua yang ada di dunia begitu banyak dan ramai sekali maka
aku adalah satu-satunya manusia beruntung karena menjadi salah satu yang juga
diberi kepercayaan untuk hidup dalam bumi ciptaan-Nya.
Lewat
tulisan, aku ceritakan tentang banyak hal yang tak bisa ku ungkapkan, tentang
begitu banyaknya hal-hal yang tak mungkin cukup seribu kertas tuk ku tuliskan
setiap kebahagian dan kesedihan selama aku hidup di dunia ini. Namun satu hal
yang aku pahami sekarang bahwa aku mencintai Tuhan yang tak mungkin aku
menduakan-Nya bahkan membangkang-Nya. Lewat tulisan aku ceritakan bahwa aku
juga mencintai Nabi utusan-Nya yang tak mungkin aku lupakan suri tauladanya
yang begitu menyentuh hati. Namun, rasa sedihku karena kecintaanku yang
terbatas oleh cara mencintai itu semua yang tak aku tahu pasti bagaimana cara
mencintai yang benar. Karena aku takut persepsi dan pandangan tentang nilai
benar menurut aku tidak sama dalam mata Tuhan dan Nabi utusan-Nya. Namun lewat
tulisan aku ceritakan tentang kecintaan dan kerinduan yang tanpa pertemuan itu
begitu kuat dan tak mungkin luntur, aku merindukan Tuhanku dan Nabiku yang
menjadi sumber ketenangan dan kebahagianku tuk menjalani hari. Lewat tulisan
aku ceritakan tanpa permohonan ampunanku untuk sang maha pencipta tentang salah
dan khilaf yang tak aku sadari karena keterbatasanku sebagai manusia. Lewat
tulisan aku ceritakan tentang rinduku akan senyumku, senyum kala kepolosan yang
aku miliki kala aku masih bersih dari dosa yakni kala masa kecilku dimana aku
belum belum memahami kerasnya kehidupan.
Lewat
tulisan aku ceritakan bahwa masih banyak lagi pengalaman hidup yang ingin aku
curahkan yang hanya ingin Tuhan saja yang mendengar. Ingin sekali aku bersandar
pada pundak kasih sayang-Nya dan menceritakan setiap keluh kesahku dalam
perjalanan hidupku, menceritakan semua keinginan dan mimpiku, menceritakan
tentang semua alasan kenapa bibir ini tersenyum dan kenapa air mata ini
mengalir, menceritakan tentang susahnya menjalani hidup tanpa tuntunan
tangan-Nya yang tak terlihat itu, menceritakan tentang pengalaman kecilku dulu
yang sangat indah, menceritakan tentang kisah-kisah cintaku kala aku beranjak
remaja dan menceritakan setiap permasalahan yang baru aku temui kala aku
meninjak usia dewasa.
Lewat
tulisan aku ceritakan tentang semua kelah kesahku menapaki setiap jengkal jalan
kehidupan, yang betapa indahnya sebuah proses itu, yang betapa sulitnya sebuah
proses itu, yang betapa bahagianya sebuah proses itu. Ya proses dalam mencapai
setiap akhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar