Pages

Pages

Kamis, 22 Agustus 2013

Kenapa harus ekonomi syariah?


Kenapa Harus Ekonomi Syariah?
Oleh: Erin Rismaya

            Dalam kehidupan sehari-hari, setiap manusia memiliki kebutuhan yang bersifat materi maupun inmateri. Dalam pemenuhannya, tentu bukanlah hal yang mudah namun jika dijalani dengan sepenuh hati dan dengan penuh rasa tanggung jawab, maka hal tersebut bukanlah masalah melainkan suatu kegiatan yang harus dijalani, terutama umat muslim yang dalam kehidupannya tidak terlepas dari kegiatan ekonomi.
            Namun dalam pelaksanaan kegiatan ekonominya, seperti kegiatan jual-beli atau transaksi lainnya dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup, tak sedikit umat muslim yang sudah terpengaruh budaya non-muslim yang sistem pelaksanaannya bukan merupakan ajaran dan ketentuan islam atau dalam dunia perbankan dikenal dengan istilah “konvensional”, walau demikian tak sedikit umat muslim yang tidak menyadari kekeliruannya, hal tersebut disebabkan karena kebiasaan keliru yang dibenarkan secara umum namun tidak secara ajaran islam, contohnya transaksi yang menetapkan adanya bunga dan dalam hal ini diharamkan oleh ajaran islam karena bunga merupakan riba, namun transaksi tersebut sudah menjadi  kegiatan yang umum dilakukan dan seolah-olah dibenarkan hukumnya sebagai salah satu instrumen pemenuhan kebutuhan. Padahal menurut ajaran islam ada transaksi yang lebih baik salah satunya dengan menetapkan bagi-hasil atau mudhorobah untuk suatu transaksi tertentu, karena tidak merugikan salah satu pihak atau menimbulkan kemaslahatan dan tentunya tidak akan melanggar ajaran islam.
            Kenapa harus ekonomi syari’ah? Karena sebagai umat muslim sudah sepantasnya mengikuti ajaran dan ketentuan yang berlandaskan syari’ah, yakni berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah yang sumbernya langsung dari Sang Maha Pencipta dan utusan-Nya yakni Nabi Muhammad saw. yang sudah tidak diragukan lagi kebenarannya. Maka selain yang diajarkan (ketentuan islam) maka bukanlah syari’ah. Olehkarena itu, ekonomi syari’ah selain merupakan instrumen pemenuhan kebutuhan manusia juga merupakan dimensi ibadah yang terwujud dalam etika dan moral yang baik sehingga akan tercipta kehidupan yang indah, harmonis dan sejahtera, sehingga dapat memenuhi kebutuhan manusia, baik secara materi maupun inmateri.
            Ekonomi syariah juga merupakan rahmat bagi semua umat, karena tidak terbatas oleh ekonomi, sosial, budaya, maupun politik suatu bangsa. Semua insan boleh melakukannya selama niatnya karena Allah swt.  bukan untuk menghancurkan, karena sejatinya islam mengajarkan keindahan bukan kerusakan atau kehancuran.
            Selain itu juga ekonomi syariah memiliki sifat yang menjadi ciri khasnya, yakni (1) Kesatuan (unity) (2) Keseimbangan (equilibrium) (3) Kebebasan (free will) dan (4) Tanggungjawab (responsibility).  Yang bertujuan untuk menyelaraskan kehidupan dunia yang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, memberikan rasa adil, rasa nyaman, rasa bahagia, rasa kekeluargaan dan rasa kebersamaan serta memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin melakukan kegiatan ekonomi yang berdimensi ibadah. Jadi, sudah syari’ah kah kegiatan ekonomi kita?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar